Beranda/ BANGKALAN/JALAN RUSAK PARAH DI...
By Badrus
05 Mei 2026 3 min

Klarifikasi.org | Bangkalan – Keluhan warga Kabupaten Bangkalan terkait infrastruktur jalan yang rusak parah kembali mencuat ke permukaan. Di Jl. Raya Tragah Bangkalan, Karang Leman Tengah, Kec. Tragah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur dan di sejumlah kecamatan, termasuk Tragah, masyarakat menyampaikan protes karena jalan utama yang menjadi akses vital sehari-hari tidak kunjung mendapatkan perbaikan memadai meskipun telah dikeluhkan selama bertahun-tahun.

Kondisi jalan berlubang besar, retak, dan bergelombang kini menjadi pemandangan sehari-hari. Menurut warga, kerusakan ini tidak hanya menyulitkan mobilitas tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Kami sudah lelah. Jalan ini akses utama ke desa-desa, pasar, dan sekolah, tapi kondisinya sangat membahayakan. Sudah banyak pengendara yang terjatuh dan mengalami kecelakaan di titik-titik tersebut,” ujar seorang warga Tragah saat ditemui wartawan, Selasa (5/5/2026).

Jalan rusak di wilayah Bangkalan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Petani kesulitan mengangkut hasil bumi seperti padi, jagung, dan sayuran ke pasar. Pedagang kecil mengalami keterlambatan distribusi barang, sementara pelajar dan pekerja harus melewati rute berbahaya setiap hari.

Saat musim hujan, lubang-lubang jalan berubah menjadi genangan air yang menyembunyikan bahaya, meningkatkan risiko kecelakaan. Beberapa warga melaporkan kerusakan kendaraan hingga luka-luka akibat terperosok ke lubang yang dalam. Kondisi ini disebut mirip “kubangan kerbau” oleh masyarakat setempat.

Perbaikan yang selama ini dilakukan dinilai hanya bersifat sementara. “Ditambal sebentar, dua-tiga minggu kemudian rusak lagi. Kami butuh perbaikan total dan berkualitas agar tidak berulang setiap tahun,” kata seorang tokoh pemuda di wilayah tersebut.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, khususnya Bupati, dapat segera merespons keluhan ini. Mereka menekankan bahwa pajak yang dibayarkan warga seharusnya memberikan manfaat berupa infrastruktur yang layak.

“Pemerintah daerah diharapkan tidak tutup mata terhadap penderitaan rakyat. Kami meminta Bupati turun langsung melihat kondisi lapangan dan memprioritaskan anggaran perbaikan jalan,” ungkap salah satu warga.

Warga juga mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangkalan untuk melakukan survei menyeluruh, menyusun rencana perbaikan permanen, dan melibatkan masyarakat dalam pengawasan proyek. Transparansi penggunaan anggaran menjadi salah satu tuntutan utama agar tidak terjadi pemborosan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Bupati Bangkalan maupun Dinas terkait. Klarifikasi.org telah berupaya menghubungi pihak Pemkab untuk mendapatkan konfirmasi, namun belum mendapat jawaban hingga deadline pemberitaan.

Infrastruktur jalan yang baik merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Di Kabupaten Bangkalan yang memiliki potensi pertanian, perikanan, dan pariwisata, jalan rusak dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan akses layanan publik seperti pendidikan dan kesehatan.

Banyak kabupaten lain di Jawa Timur yang berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program perbaikan infrastruktur secara berkelanjutan. Warga Bangkalan berharap kepemimpinan saat ini dapat menjadikan perbaikan jalan sebagai prioritas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Jangan biarkan kami terus bertaruh nyawa setiap hari. Kami hanya ingin jalan yang aman untuk anak dan cucu kami,” kata seorang ibu rumah tangga yang rutin melintasi jalan tersebut.

Klarifikasi.org akan terus memantau perkembangan isu ini. Kami mengajak seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat, untuk bersama-sama mencari solusi terbaik. Perbaikan infrastruktur bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan dan pelaporan kondisi jalan.

Jika aspirasi warga mendapat respons cepat dan konkrit, diharapkan kondisi jalan di Bangkalan dapat membaik dalam waktu dekat. Masyarakat diharapkan tetap menyampaikan keluhan secara damai dan konstruktif melalui jalur resmi.

 

 

Penulis : Nurahmad

Editor : Badrus