Bertahun-tahun Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Camplong Terpaksa Patungan

Fandy 3 menit baca
Sejumlah pekerja sedang melakukan perbaikan jalan secara swadaya di dusun Mandala, desa sejati, kecamatan Camplong, kabupaten sampang
Ukuran teks

Klarifikasi News | Sampang – Bertahun-tahun menanti perbaikan yang tak kunjung terealisasi, warga Dusun Mandala, Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, akhirnya mengambil langkah sendiri. Melalui iuran masyarakat, bantuan para perantau, dan donasi dermawan, warga bergotong royong memperbaiki jalan rusak yang hingga kini masih menyisakan pekerjaan sekitar 170 meter.

Kondisi ini menjadi sorotan terhadap penanganan infrastruktur di Kabupaten Sampang. Ketika jalan yang menjadi akses penting masyarakat belum juga diperbaiki, warga justru harus mengandalkan dana swadaya agar aktivitas sehari-hari tidak terus terganggu.

Jalan sepanjang kurang lebih 650 meter tersebut bukan sekadar jalur penghubung antarwilayah. Akses itu digunakan masyarakat untuk menuju persawahan, pasar, sekolah, dan madrasah. Kerusakan yang berlangsung lama pun berpotensi menghambat kegiatan ekonomi, pertanian, serta pendidikan warga.

Ketua Panitia Perbaikan Jalan Swadaya, Trisnowardana, yang akrab disapa Warda, mengatakan bahwa warga terpaksa berinisiatif memperbaiki jalan secara mandiri karena kondisi kerusakan telah berlangsung bertahun-tahun tanpa perbaikan yang dirasakan masyarakat.

“Jalan yang kami perbaiki sudah lama rusak dan belum ada perhatian dari pemerintah,” ujar Warda, Senin (12/10/2026).

Pernyataan tersebut menggambarkan kekecewaan warga yang harus mencari jalan keluar sendiri atas persoalan infrastruktur di lingkungan mereka. Padahal, jalan yang layak merupakan salah satu kebutuhan mendasar untuk menunjang mobilitas dan kegiatan masyarakat.

Perbaikan dilakukan secara bertahap sejak sebelum Idulfitri, menyesuaikan dengan kemampuan dana yang terkumpul. Ketika sumbangan mencukupi, pekerjaan dilanjutkan. Namun, saat dana menipis, pengerjaan terpaksa dihentikan sementara.

Dari total panjang jalan sekitar 650 meter, sebagian besar telah diperbaiki melalui gotong royong. Meski demikian, masih ada sekitar 170 meter yang belum tersentuh pengerjaan dan membutuhkan tambahan dana agar seluruh ruas jalan dapat diselesaikan.

“Sementara ini masih tersisa 170 meter lagi yang belum dikerjakan. Warga berharap pengerjaan perbaikan jalan itu dituntaskan agar jalan tersebut kembali nyaman dan aman dilintasi,” kata Warda.

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai tindak lanjut pemerintah daerah dan pemerintah desa terhadap kebutuhan infrastruktur warga. Ketika masyarakat harus mengumpulkan uang sendiri untuk memperbaiki akses yang digunakan bersama, penanganan jalan rusak menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian lebih serius.

Beban perbaikan yang ditanggung secara swadaya juga tidak bisa dilepaskan dari kemampuan ekonomi masyarakat. Tidak semua warga memiliki kemampuan finansial yang sama, sementara kebutuhan akan jalan yang layak dirasakan setiap hari.

Warda menegaskan bahwa penyelesaian jalan tersebut sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas tanpa terus terkendala kondisi akses yang rusak.

“Penyelesaian perbaikan jalan sangat diharapkan masyarakat agar aktivitas pendidikan, pertanian, dan kegiatan sehari-hari warga tidak terus terkendala oleh kondisi jalan yang rusak,” ungkapnya.

Kini, untuk menuntaskan sisa pengerjaan, panitia masih membuka kesempatan bagi masyarakat luas, para perantau, dan dermawan yang ingin memberikan bantuan. Donasi dapat disalurkan melalui koordinasi dengan Ketua Panitia Perbaikan Jalan Swadaya, Trisnowardana, melalui WhatsApp di nomor +62 877-0573-3308.

Gotong royong warga patut diapresiasi. Namun, semangat kebersamaan tersebut semestinya tidak membuat persoalan tanggung jawab penanganan infrastruktur berhenti menjadi urusan masyarakat semata.

Warga telah menunjukkan upaya nyata dengan mengumpulkan dana dan tenaga demi memperbaiki jalan yang mereka butuhkan. Selanjutnya, perhatian dan tindak lanjut pemerintah diperlukan agar sisa jalan yang belum diperbaiki dapat ditangani dan kebutuhan infrastruktur masyarakat tidak terus bergantung pada kemampuan warga untuk urunan.

 

TI

Tag berita

Surat dari redaksi

Dapatkan berita pilihan langsung ke inbox Anda.

Rangkuman terbaru Kabar Lensa, singkat dan tetap punya konteks.

Berita Populer

Paling banyak dibaca
  1. 01 Madura Perkuat Sinergitas, Polres Sampang dan AWAS Gelar “Ngopi Bareng”
  2. 02 SampangDinilai Responsif Terhadap Kamtibmas, L-KPK Apresiasi Kolaborasi Kapolres Sampang dengan Tokoh Ulama
  3. 03 InvestigasiBaliho Viral “Bupati Gagal Bangun Jalan Rakyat” Menguat di Tengah Dugaan Pengaturan Proyek oleh Kerabat
  4. 04 SampangGerindra Sampang Gelar Kerja Bakti, Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI Sesuai Arahan Presiden Prabowo
  5. 05 PamekasanKabel PLN di Galis Dipasang Asal-asalan, Jarak Tiang Lebih 100 Meter – Rekanan Diduga Langgar SOP
LAPOR