By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
KlarifikasiKlarifikasi
  • KORUPSI
  • DAERAH
  • KRIMINAL
  • KPK
Reading: Diabaikan Kepala Desa, Warga Dusun Besabe, Patarongan Cor Jalan Rusak Secara Swadaya
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
KlarifikasiKlarifikasi
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Timur
  • Investigasi
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Tentang Kami
  • Contact
Search
  • KORUPSI
  • DAERAH
  • KRIMINAL
  • KPK
Have an existing account? Sign In
Follow US
Klarifikasi > Blog > Jawa Timur > Sampang > Diabaikan Kepala Desa, Warga Dusun Besabe, Patarongan Cor Jalan Rusak Secara Swadaya
Sampang

Diabaikan Kepala Desa, Warga Dusun Besabe, Patarongan Cor Jalan Rusak Secara Swadaya

Badrus
Last updated: 1 Mei 2026 06:43
Badrus - Founder & Pemimpin Umum Klarifikasi.org
2 bulan ago
Share
Foto : Gotong royong warga dusun besabe, Patarongan, Torjun
SHARE

Klarifikasi.org | Sampang –  Kondisi jalan rusak parah di Dusun Besabe, Desa Patarongan, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, akhirnya mendorong warga setempat mengambil langkah mandiri. Tanpa menunggu bantuan pemerintah, masyarakat bergotong royong melakukan pengecoran jalan secara swadaya demi memperbaiki akses utama yang selama ini dinilai memprihatinkan.

Jalan yang menjadi penghubung aktivitas warga tersebut diketahui telah lama mengalami kerusakan berat. Permukaan jalan dipenuhi lubang besar, tidak rata, serta berlumpur saat musim hujan. Kondisi ini membuat pengguna jalan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, kerap mengalami kesulitan bahkan membahayakan keselamatan.

Warga menyebut kondisi jalan tersebut sudah tidak layak digunakan dan jauh dari standar kelayakan infrastruktur dasar. Akses yang buruk tidak hanya menghambat mobilitas harian, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat.

Mukhlis, salah satu warga Dusun Besabe, mengungkapkan kekecewaannya terhadap minimnya perhatian dari pemerintah desa. Ia menilai perbaikan jalan yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat justru tidak mendapat prioritas.

“Di dusun kami ini tidak pernah diperhatikan. Jalan sudah lama rusak dan sangat tidak manusiawi. Kami merasa diabaikan. Harusnya pemerintah desa lebih peduli dengan kondisi seperti ini,” ujar Mukhlis dengan nada kecewa.

Ia juga menambahkan bahwa keluhan warga terkait kondisi jalan sebenarnya sudah disampaikan sejak lama. Namun, hingga saat ini belum ada realisasi perbaikan dari pihak pemerintah desa. Hal inilah yang akhirnya mendorong warga untuk mengambil inisiatif sendiri.

Menurutnya, kegiatan pengecoran jalan ini merupakan bentuk “jeritan hati” masyarakat yang sudah lama menunggu perhatian. Dengan mengandalkan dana swadaya serta tenaga gotong royong, warga berupaya memperbaiki kondisi jalan demi kepentingan bersama.

Proses perbaikan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan warga dari berbagai kalangan. Mulai dari pemuda hingga orang tua turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Semangat kebersamaan terlihat jelas saat warga bahu-membahu mengangkut material, mencampur semen, hingga melakukan pengecoran jalan secara manual.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Di tengah keterbatasan dan minimnya dukungan, warga tetap berupaya menciptakan solusi agar aktivitas sehari-hari dapat berjalan lebih lancar dan aman.

Namun demikian, di balik semangat gotong royong tersebut, tersirat persoalan yang lebih besar terkait pelayanan publik di tingkat desa. Perbaikan jalan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah justru dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.

Upaya konfirmasi kepada pihak Pemerintah Desa Patarongan melalui pesan WhatsApp hingga berita ini diturunkan belum mendapatkan tanggapan resmi. Ketiadaan klarifikasi ini semakin memperkuat kesan bahwa aspirasi warga belum menjadi perhatian utama.

Warga Dusun Besabe berharap agar ke depan pemerintah desa lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya terkait infrastruktur dasar seperti jalan. Mereka juga menginginkan adanya pemerataan pembangunan, termasuk di wilayah pinggiran yang selama ini dinilai kurang tersentuh.

Selain itu, masyarakat berharap adanya pengawasan dari pemerintah daerah maupun pihak terkait lainnya agar pembangunan di tingkat desa dapat berjalan lebih transparan dan tepat sasaran. Infrastruktur jalan yang layak dinilai sangat penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, serta akses layanan kesehatan warga.

Peristiwa ini menjadi cerminan bahwa masih terdapat ketimpangan dalam pelayanan publik, terutama di daerah pedesaan. Ketika kebutuhan dasar tidak terpenuhi, masyarakat terpaksa mengambil langkah sendiri untuk mengatasi persoalan yang ada.

Di sisi lain, aksi swadaya ini juga menunjukkan bahwa nilai gotong royong masih kuat tertanam dalam kehidupan masyarakat. Kebersamaan dan solidaritas menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai keterbatasan.

Meski demikian, warga berharap kondisi seperti ini tidak terus berulang di masa mendatang. Mereka menginginkan adanya perhatian serius dari pemerintah agar pembangunan infrastruktur dapat dilakukan secara merata dan berkelanjutan.

Dengan adanya perbaikan jalan secara swadaya ini, diharapkan akses warga Dusun Besabe dapat kembali normal dan lebih aman untuk dilalui. Namun, masyarakat tetap menunggu langkah konkret dari pemerintah desa maupun pihak terkait untuk memberikan solusi jangka panjang.

Kejadian ini diharapkan menjadi perhatian bagi para pemangku kebijakan, baik di tingkat desa, kabupaten, maupun provinsi. Infrastruktur yang layak bukan hanya kebutuhan, tetapi juga hak masyarakat yang harus dipenuhi oleh pemerintah.

Ke depan, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Tanpa adanya perhatian dan komitmen bersama, persoalan serupa berpotensi terus terjadi di berbagai wilayah lainnya.

 

Penulis : Norahmat

Editor : Redaksi

You Might Also Like

MBG B3 di Sampang Diduga Basi, Warga Desa Kemuning Gaduh
Serupa Dengan Yang Viral di Bangkalan, Penimbun BBM Jenis Solar Juga Marak di Kabupaten Sampang
Ancaman Terhadap Keluarga, Hingga Penebangan Pohon: Konflik Penguasaan jalan di Camplong Memanas
Desak Penundaan Eksekusi, Ratusan Massa Unjuk Rasa di Depan PN Sampang
Tak Terima Digeruduk & Disegel, Owner Cafe Lyco Pasang Spanduk Perlawanan Terhadap Pemerintah & Ormas
TAGGED:#kades tidak peduliDesa patapanJalan swadayaJalan swadaya desa patarongan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Email Print
ByBadrus
Founder & Pemimpin Umum Klarifikasi.org
Follow:
Badrus Sholeh Ruddin - Founder & Pemimpin Umum Klarifikasi.org. Investigative journalist focused on East Java affairs, corruption, and legal cases. Contact: WA 0817217847
Previous Article Konferensi Pers Kokain 27Kg Mendadak Dibatalkan Oleh Kapolda Jatim
Next Article DPP Madura Asli Sedarah Cabut SK Sampang
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klarifikasi

“Cari fakta, bukan asumsi. Verifikasi sebelum percaya, klarifikasi sebelum menyebarkan.”

🛑 Link Cepat
  • KORUPSI
  • DAERAH
  • KRIMINAL
  • KPK
🛑 Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • About us
  • Terms of Service
  • Contact

© 2026 Klarifikasi.org. Seluruh hak cipta dilindungi. Informasi yang disajikan ditujukan untuk edukasi dan literasi publik.