Beranda/ JAWA TIMUR/HEBOH! OWNER DAPUR MBG...
By Badrus
03 Apr 2026 4 min

Klarifikasi.org | Pamekasan – Kabar yang beredar dari owner Dapur Galaxy, salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, memicu keresahan di kalangan masyarakat, khususnya penerima manfaat program.

Pesan tersebut beredar luas melalui media sosial dan grup percakapan komunitas warga. Isi pesan yang dinilai tidak biasa itu berbunyi:

“PERHATIAN
Pesan dr dapur galaxy:
TOLONG B3 HR INI JGN *DIPOSTING apapun alasannya!
Jgn lupa ingatkn ibu hamil dan ibu balita penerima b3”

Pesan ini sontak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Istilah “B3” sendiri diketahui merujuk pada kelompok prioritas dalam program MBG, yakni ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita. Kelompok ini merupakan sasaran utama program dalam upaya peningkatan gizi dan pencegahan stunting.

Namun, yang menjadi sorotan adalah kalimat imbauan “jangan diposting apapun alasannya” yang dianggap janggal dan memicu tanda tanya besar. Warga menilai pesan tersebut terkesan tertutup dan tidak transparan, terlebih karena menyangkut program publik yang bersentuhan langsung dengan kesehatan masyarakat.

Sejumlah pertanyaan pun bermunculan. Apakah terdapat masalah pada menu makanan yang disiapkan hari itu? Apakah ada kendala dalam proses distribusi? Ataukah terdapat persoalan lain yang sengaja tidak ingin diketahui publik?

Kondisi ini membuat sebagian warga, khususnya para ibu hamil dan ibu balita sebagai penerima manfaat B3, merasa khawatir. Mereka berharap tidak ada masalah serius terkait kualitas maupun keamanan makanan yang diberikan.

Dapur SPPG Galaxy yang berlokasi di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, selama ini dikenal sebagai salah satu dapur aktif dalam mendukung pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut. Dapur ini melayani ribuan siswa sekolah serta kelompok rentan dengan penyediaan makanan bergizi setiap harinya.

Bahkan, dalam pelaksanaannya, dapur ini juga pernah mendapat pendampingan dari aparat TNI melalui Babinsa Koramil Palengaan guna memastikan distribusi makanan berjalan lancar dan sesuai standar.

Meski demikian, program MBG di Kabupaten Pamekasan bukan tanpa catatan. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah dapur SPPG di daerah ini sempat menjadi sorotan publik setelah viralnya temuan menu makanan yang dinilai tidak layak konsumsi.

Beberapa kasus yang mencuat di antaranya adalah ditemukannya ikan lele yang masih dalam kondisi mentah atau hanya dimarinasi, yang kemudian didistribusikan bersama tahu dan tempe ke sejumlah sekolah. Kondisi tersebut memicu penolakan dari siswa dan pihak sekolah, bahkan menjadi perbincangan luas di media sosial.

Akibat kejadian tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) sempat mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional beberapa dapur SPPG untuk dilakukan evaluasi menyeluruh. Evaluasi tersebut mencakup aspek higiene, standar pengolahan makanan, hingga kualitas bahan baku.

Dengan latar belakang kejadian tersebut, wajar jika masyarakat menjadi lebih sensitif terhadap informasi yang berkaitan dengan program MBG, termasuk pesan dari Dapur Galaxy yang saat ini menjadi polemik.

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari pihak owner Dapur Galaxy maupun Satgas MBG Kabupaten Pamekasan terkait maksud dan tujuan dari pesan tersebut. Ketiadaan klarifikasi ini justru semakin memperkuat spekulasi di tengah masyarakat.

Sejumlah warga pun berharap adanya keterbukaan informasi dari pihak terkait. Mereka menilai bahwa transparansi merupakan hal yang sangat penting dalam pelaksanaan program pemerintah, terutama yang menyangkut kesehatan dan kebutuhan dasar masyarakat.

“Kalau memang ada kendala atau masalah, sebaiknya dijelaskan secara terbuka. Supaya tidak menimbulkan keresahan dan juga tidak berkembang menjadi fitnah,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Program ini juga diharapkan mampu menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Namun dalam implementasinya, program ini menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Mulai dari kesiapan infrastruktur dapur, standar kebersihan, pengawasan kualitas makanan, hingga distribusi yang tepat sasaran.

Oleh karena itu, pengawasan yang ketat serta komunikasi yang transparan menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Setiap kendala yang muncul di lapangan seharusnya dapat disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Pihak Satgas MBG Pamekasan maupun Badan Gizi Nasional diharapkan segera memberikan klarifikasi resmi terkait pesan yang beredar dari Dapur Galaxy. Penjelasan tersebut dinilai penting untuk meredam keresahan sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap program MBG.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar. Warga diminta untuk tidak langsung mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, serta tetap mengacu pada sumber resmi.

Keterbukaan informasi dan komunikasi yang baik antara penyelenggara program dan masyarakat diharapkan dapat menjaga keberlangsungan program MBG agar tetap berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

 

 

Penulis : Rahmat

Editor   : Redaksi