Beranda/ HUKUM & KRIMINAL/KELUARGA KORBAN PEMBUNUHAN SOKET...
By Badrus
13 Jul 2026 3 min

Klarifikasi.org | Bangkalan – Empat puluh hari telah berlalu sejak peristiwa berdarah mengguncang Dusun Gundul, Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Madura. Namun hingga Senin (13/7/2026), keluarga korban pembunuhan masih diselimuti kabut ketidakpastian. Tak ada tersangka ditangkap, tak ada motif diungkap, dan tak ada kejelasan berarti dari Satreskrim Polres Bangkalan. Kasus ini kini menjadi simbol lambatnya penegakan hukum di tingkat polres.

Kekecewaan keluarga korban sudah mencapai puncak. Mereka menilai kinerja aparat penegak hukum (APH) di Polres Bangkalan sangat lamban dan kurang responsif terhadap kasus pembunuhan yang merenggut nyawa warga sipil.

“Kasus ini bukan sekadar kasus biasa. Ini menyangkut nyawa manusia. Kami dari pihak keluarga meminta Polres Bangkalan segera menangkap pelaku,” ujar perwakilan keluarga korban dengan nada tegas kepada media.

Menurut keluarga, sudah 40 hari kerja pasca-kejadian, tetapi penyidikan seolah jalan di tempat. Mereka mendesak agar polisi segera melakukan terobosan, memanggil saksi kunci, menganalisis barang bukti, dan mengejar pelaku utama yang masih berkeliaran bebas.

Ketidakpuasan ini mendorong keluarga mengambil sikap tegas. Jika dalam waktu dekat tidak ada progres signifikan, mereka akan melimpahkan kasus ini ke Polda Jawa Timur.

“Apabila tidak ada kejelasan, maka kami dari keluarga akan menindaklanjuti laporan ini ke Polda Jatim. Biar penegak hukum yang lebih serius yang menangani. Pihak Polri sebagai APH di Indonesia harus bergerak berdasarkan undang-undang yang berlaku. Pasal-pasal dalam KUHAP sudah sangat jelas mengatur ini,” tegas perwakilan keluarga.

Pernyataan ini mencerminkan keprihatinan mendalam sekaligus ketidakpercayaan terhadap kinerja Polres Bangkalan. Di Madura, di mana ikatan kekerabatan dan rasa keadilan sangat kuat, kasus semacam ini mudah memicu gejolak sosial jika tidak ditangani cepat.

Hingga saat ini, publik masih belum mendapat penjelasan resmi mengenai kronologi lengkap pembunuhan di TKP Dusun Gundul. Apakah ada saksi mata yang enggan bersaksi? Apakah bukti forensik sulit diolah? Ataukah ada kendala internal di tubuh Satreskrim Polres Bangkalan?

Keluarga korban menekankan bahwa mereka telah bekerja sama sepenuhnya dengan penyidik, memberikan keterangan, dan menyerahkan bukti awal. Namun, respons dari pihak kepolisian dinilai minim. Belum ada penangkapan, belum ada penetapan tersangka, dan komunikasi dengan keluarga terasa kurang intensif.

Situasi ini tentu saja memunculkan spekulasi di masyarakat. Banyak warga Desa Soket Laok dan sekitarnya yang mulai bertanya-tanya mengapa kasus pembunuhan yang seharusnya menjadi prioritas justru berjalan lambat. Di era transparansi seperti sekarang, lambatnya penanganan kasus kekerasan berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Keluarga korban sebagai pihak yang paling terdampak menuntut agar Polres Bangkalan bekerja lebih profesional. Mereka mengingatkan bahwa KUHAP memberikan batasan waktu yang jelas bagi penyidik untuk menyelesaikan penyelidikan dan penyidikan. Jika polres merasa kesulitan, sebaiknya kasus ini langsung dinaikkan ke tingkat Polda yang memiliki sumber daya lebih besar.

“Polda Jatim diharapkan bisa memberikan perhatian serius. Kami hanya ingin keadilan untuk almarhum. Jangan biarkan pembunuh berkeliaran sementara keluarga dibiarkan menanggung duka,” tambah perwakilan keluarga.

Kasus pembunuhan di Soket Laok ini bukan hanya persoalan satu keluarga, melainkan ujian bagi kredibilitas penegakan hukum di Kabupaten Bangkalan. Jika dibiarkan berlarut, dikhawatirkan akan menimbulkan rasa tidak aman di masyarakat dan menurunkan kepercayaan terhadap aparat.

Polres Bangkalan hingga kini belum memberikan keterangan resmi terbaru mengenai perkembangan kasus. Klarifikasi.org terus memantau perkembangan ini dan mendesak pihak berwenang untuk segera memberikan penjelasan kepada publik.

Keluarga korban berharap, dalam waktu dekat ada terobosan yang nyata. Bukan sekadar janji, melainkan aksi konkret berupa penangkapan pelaku dan pengungkapan motif. Karena keadilan yang tertunda adalah keadilan yang terabaikan.

Masyarakat Madura dan publik luas kini menanti respons cepat dari Polres Bangkalan. Akankah kasus ini segera terang atau akan menjadi catatan hitam panjang penegakan hukum di Bangkalan?

 

Penulis : Willy

Editor : Badrus