BerandaJawa TimurArtikel
Jawa Timur

Kepala Desa Buncitan Sedati Meninggal, Polisi Klarifikasi Pastikan Kasus Bunuh Diri Bukan Pembunuhan

BadrusBadrus4 Mei 2026 · 3 menit baca

Klarifikasi.org | Sidoarjo – Kepala Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Mujiyono (56 tahun), ditemukan meninggal dunia di ruang tunggu atau ruang kerja Balai Desa Buncitan pada Minggu (3 Mei 2026) sore. Penemuan ini sempat memicu berbagai spekulasi dan keresahan di kalangan warga, termasuk dugaan pembunuhan. Namun, polisi telah memberikan klarifikasi resmi bahwa peristiwa tersebut merupakan kasus bunuh diri.

Menurut keterangan petugas kebersihan balai desa, M. Khosim, ia menemukan korban sekitar pukul 16.00–16.30 WIB. Saat itu, sepeda motor milik Kades masih terparkir di halaman, sementara pintu balai desa dalam keadaan terbuka. Khosim awalnya mengira korban sedang tidur di sofa karena lampu ruangan masih padam. Setelah menyalakan lampu, ia baru menyadari bahwa Mujiyono telah meninggal dengan selang air atau tali melilit di lehernya.

Baca Juga

“Saya langsung panik dan meminta tolong warga serta ketua RW terdekat,” ujar Khosim. Beberapa perangkat desa sempat beraktivitas di balai desa pada siang hari, namun sudah tidak ada saat penemuan terjadi.

Polsek Sedati segera mendatangi lokasi, memasang garis polisi, dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk dilakukan autopsi. Kapolsek Sedati, Iptu Masyita Dian Sugianto, membenarkan identitas korban sebagai Kepala Desa Buncitan.

Setelah melakukan penyelidikan mendalam, termasuk autopsi dan pemeriksaan ponsel korban, polisi memastikan tidak ada unsur pidana dari pihak luar. Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko Sesaria Putra Suma, menyatakan bahwa Mujiyono meninggal dunia akibat bunuh diri.

Hasil pemeriksaan menunjukkan korban sempat mencari informasi mengenai cara bunuh diri, simpul tali, dan kekuatan cekikan leher melalui ponselnya. Motif utama yang kuat adalah tekanan ekonomi berat, khususnya utang yang mencapai ratusan juta rupiah. Polisi menegaskan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dari orang lain.

Mujiyono dikenal sebagai kepala desa yang aktif dan dekat dengan masyarakat. Selama menjabat, ia banyak terlibat dalam berbagai program pembangunan desa dan pelayanan publik di Buncitan. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, perangkat desa, dan warga setempat.

Plt. Camat Sedati dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo turut menyampaikan belasungkawa. Pemakaman dilakukan dengan dihadiri ratusan warga. Sementara itu, roda pemerintahan desa sementara dijalankan oleh sekretaris desa atau pejabat yang ditunjuk sesuai regulasi.

Kasus ini menjadi pengingat penting akan kesehatan mental para pemimpin lokal yang sering menghadapi tekanan berat, baik dari urusan administrasi maupun keuangan pribadi. Banyaknya spekulasi liar di media sosial pada awal kejadian justru menimbulkan fitnah dan keresahan yang tidak perlu.

Klarifikasi.org mengimbau masyarakat untuk selalu menunggu keterangan resmi dari kepolisian sebelum menyebarkan informasi. Hindari hoaks yang dapat menyakiti keluarga korban dan merusak keharmonisan masyarakat.

Bagi yang mengalami masalah serupa, seperti tekanan utang atau depresi, segera cari bantuan profesional. Layanan konseling dan hotline pencegahan bunuh diri tersedia 24 jam untuk membantu.

Polisi masih melengkapi berkas penyelidikan untuk memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat. Klarifikasi.org akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyajikan update berdasarkan fakta resmi.

Semoga tragedi ini menjadi pelajaran bersama untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental dan saling mendukung di tengah berbagai tekanan kehidupan.

 

 

Penulis : Nurahmad

Editor : Badrus

EDITOR
Redaksi Klarifikasi