Beranda/ JAWA TIMUR/SEMANGAT KEBERSAMAAN DI TPI...
By Badrus
26 Mar 2026 4 min

Klarifikasi.org | Sampang – Laut bukan sekadar sumber daya alam, melainkan nadi kehidupan bagi ribuan keluarga di Kabupaten Sampang, Madura. Semangat ini terlihat nyata saat Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) Kabupaten Sampang menggelar peringatan Hari Jadi Nelayan Indonesia dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Acara yang bertempat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Camplong ini berlangsung pada Jumat (27/3/2026), mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WIB.

Suasana TPI Camplong yang biasanya riuh oleh aktivitas bongkar muat ikan, pagi itu berubah menjadi lautan manusia berbaju rompi dan pakaian khas nelayan. Ratusan nelayan dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Sampang tumpah ruah hadir, menandakan bahwa isu kesejahteraan nelayan bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak yang menuntut perhatian serius.

Solidaritas di Atas Kapal dan Darat

Acara peringatan ini dipimpin langsung oleh Ketua HMNI Kabupaten Sampang, Ustadz Abd Aziz Rohman, S.Pd.I. Dalam sambutannya yang membakar semangat, Ustadz Aziz menekankan bahwa keberadaan HMNI bukan sekadar organisasi formalitas, melainkan rumah bagi seluruh nelayan untuk berjuang bersama.

“Kita semua bersaudara, terikat dalam satu tujuan mulia yaitu kesejahteraan keluarga nelayan. Hari ini kita berkumpul bukan hanya untuk seremonial memperingati hari jadi, tapi lebih dari itu, untuk menyatukan suara meminta perhatian pemerintah agar tidak ada lagi nelayan yang tertinggal,” ujar Ustadz Aziz di hadapan massa yang antusias.

Pesan solidaritas ini menjadi inti dari kegiatan tersebut. Di tengah tantangan cuaca ekstrem, fluktuasi harga ikan, dan mahalnya harga solar bersubsidi, nelayan Sampang menyadari bahwa mereka harus bergerak kolektif. Perpecahan hanya akan melemahkan posisi tawar mereka di hadapan pemangku kebijakan.

Dukungan Lintas Sektor dan Unsur Terkait

Peringatan Hari Nelayan tahun ini mendapat respons positif dari berbagai elemen pemerintahan dan keamanan. Hal ini terlihat dari kehadiran sejumlah pejabat dan unsur terkait yang turut meramaikan acara, menunjukkan sinergi antara komunitas nelayan dan pemerintah daerah.

Adapun para tamu undangan yang hadir antara lain:

Camat Camplong, Bapak Maulid, yang mewakili pemerintah kecamatan setempat.

Kapolsek Camplong, Bapak Budi, yang menjamin keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.

Perwakilan Koramil Camplong, sebagai wujud dukungan TNI dalam menjaga stabilitas wilayah pesisir.

Perwakilan Pull Airut (Penyuluh Perikanan), yang diharapkan dapat menjembatani aspirasi teknis perikanan.

Perwakilan TNI AL, yang berperan dalam aspek keamanan laut.

Perwakilan PT SMA (Sampang Mina Abadi), sebagai mitra industri perikanan di wilayah tersebut.

Kehadiran perwakilan dari berbagai kecamatan juga menjadi catatan penting. Ratusan nelayan yang hadir berasal dari wilayah pesisir yang luas, mencakup Banyuates, Ketapang, Robatal, Kadungdung, Omben, Karangpenang, Sreseh, Pengarengan, Jrengik, Sampang Kota, hingga tuan rumah Camplong. Keberagaman asal daerah ini membuktikan bahwa masalah nelayan di Sampang adalah masalah bersama yang melintasi batas administratif desa maupun kecamatan.

Aspirasi Mendesak: Dari Solar hingga Fasilitas Pelabuhan

Dalam sesi dialog dan penyampaian aspirasi, para nelayan tidak segan-segan menyuarakan keluhan yang selama ini mereka pendam. Inti dari tuntutan mereka mengerucut pada tiga poin utama yang krusial bagi kelangsungan hidup ekonomi mereka.

Pertama, peningkatan fasilitas pelabuhan dan TPI. Banyak nelayan mengeluhkan kondisi dermaga yang rusak dan fasilitas pelelangan yang kurang memadai, sehingga proses bongkar muat sering terhambat dan berpotensi menurunkan kualitas ikan tangkapan.

Kedua, bantuan alat tangkap ramah lingkungan. Nelayan tradisional membutuhkan modernisasi alat tangkap yang tidak merusak ekosistem laut namun tetap efektif meningkatkan hasil tangkapan. Mereka berharap adanya program bantuan kapal atau jaring dari pemerintah daerah maupun pusat.

Ketiga, dan yang paling sensitif, adalah program pemberdayaan ekonomi dan kestabilan harga BBM. Mahalnya operasional melaut akibat langkanya solar subsidi sering kali memangkas habis keuntungan nelayan. Mereka mendesak dinas terkait untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran dan tepat waktu, serta menciptakan pasar yang adil agar harga ikan di tingkat nelayan tidak dipermainkan oleh tengkulak.

“Kami tidak minta banyak, kami hanya minta pemerintah hadir. Saat kami butuh solar, ada. Saat kapal rusak, ada bantuan. Saat ikan murah, ada solusi. Itu saja,” tutur salah satu nelayan senior dari Kecamatan Banyuates yang enggan disebutkan namanya.

 

Momentum Menuju Nelayan Sejahtera

Peringatan Hari Jadi Nelayan Indonesia yang digelar HMNI Sampang ini bukan sekadar acara tahunan. Ini adalah momentum penting bagi komunitas nelayan di ujung timur Madura ini untuk terus bersatu dan bersuara lantang. HMNI berkomitmen untuk mengawal setiap aspirasi yang telah disampaikan agar tidak hilang ditelan angin.

Ustadz Abd Aziz Rohman menutup acara dengan harapan besar agar kegiatan semacam ini dapat terus diadakan secara berkala. “Ini adalah wadah silaturahmi dan perjuangan. Mari kita jaga kebersamaan ini. Jika kita solid, pemerintah pasti mendengar. Jika kita bersatu, kesejahteraan bukan lagi mimpi,” pungkasnya.

Dengan adanya dukungan lintas sektor dan semangat juang yang tinggi dari para nelayan, diharapkan Pemkab Sampang melalui dinas terkait dapat segera menindaklanjuti aspirasi ini. Karena pada akhirnya, kesejahteraan nelayan adalah cerminan dari kedaulatan pangan dan ekonomi wilayah pesisir yang sesungguhnya.

 

 

Reporter: Nurahmad

Editor: Redaksi

Lokasi: TPI Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur

Tanggal: Jumat, 27 Maret 2026