Klarifikasi.org | Pamekasan – Fenomena yang jarang terjadi kini menyapa dunia pendidikan di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.
Pada musim PPDB tahun ini, SDN 3 Konang, Desa Konang, Kecamatan Galis hanya menerima kurang lebih 7 siswa pendaftar. Jumlah yang sangat rendah dan tercatat sebagai yang pertama kali terjadi setelah puluhan tahun sekolah ini berdiri.
Berdasarkan penelusuran dan informasi dari warga setempat, penyebab utamanya adalah fasilitas sekolah yang minim dan tidak memadai. Ruang kelas yang sudah lama tidak direnovasi, sarana prasarana belajar yang kurang lengkap, serta kondisi sanitasi yang dianggap belum layak membuat banyak orang tua memilih memindahkan anaknya ke sekolah swasta atau madrasah swasta di sekitar Galis dan Pamekasan – meski harus mengeluarkan biaya lebih mahal.
Salah seorang wali murid mengungkapkan:
“Baru kali ini terjadi setelah bertahun-tahun. Biasanya puluhan anak yang mendaftar setiap tahunnya. Sekarang cuma segini. Kami sebagai orang tua tentu ingin anak belajar di tempat yang nyaman.”
Fenomena ini bukan hanya soal angka pendaftar yang turun drastis. Para orang tua sangat khawatir terhadap tumbuh kembang anak-anak di desa Konang. Pendidikan dasar yang seharusnya menjadi fondasi kuat justru terancam karena keterbatasan fasilitas.
“Daripada anak susah belajar di sekolah yang fasilitasnya kurang, lebih baik kita pilih yang lain meski bukan sekolah negeri. Pendidikan anak adalah investasi masa depan,” tambah wali murid lainnya.
Kondisi SDN 3 Konang yang tertinggal dibandingkan sekolah-sekolah tetangga kini menjadi sorotan warga. Banyak yang bertanya-tanya mengapa sekolah negeri di pelosok ini seolah dibiarkan terabaikan.
Tanpa intervensi cepat dari pemerintah daerah, dikhawatirkan sekolah ini akan semakin sepi, berpotensi mengalami pengurangan guru, dan bahkan merger di masa mendatang. Hal ini tentu akan berdampak buruk pada akses pendidikan anak-anak di wilayah pedesaan Pamekasan.
Pemerintah Kabupaten Pamekasan dan Dinas Pendidikan segera melakukan assessment menyeluruh, memperbaiki gedung sekolah, menambah sarana dan prasarana belajar, serta memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang layak.
Kita semua harus peduli. Pendidikan anak bangsa tidak boleh terhambat karena fasilitas yang memprihatinkan.
Penulis : Willy
Editor : Badrus









