BerandaPamekasanArtikel
Pamekasan

Tingkatkan Keterampilan Petani, KKN Universitas Madura Adakan Pelatihan Pupuk Organik di Prekbun

Willy PrayogiWilly Prayogi14 Agu 2026 · 2 menit baca

Klarifikasi news | Pamekasan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata KKN Universitas Madura Kelompok 22 menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik berbahan dasar kotoran kambing di Desa Prekbun. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 6 Agustus 2026 di Balai Desa Prekbun dan diikuti oleh masyarakat umum serta kelompok tani setempat.

Pelatihan ini merupakan salah satu program kerja unggulan KKN Kelompok 22 Universitas Madura periode 2026. Tujuannya untuk membantu masyarakat memanfaatkan limbah peternakan menjadi produk yang bernilai guna.

Baca Juga

Desa Prekbun memiliki potensi peternakan kambing yang cukup besar. Namun selama ini kotoran kambing masih banyak yang menumpuk di kandang dan belum diolah. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan bau dan pencemaran lingkungan.

Melihat hal itu, mahasiswa KKN Universitas Madura Kelompok 22 berinisiatif memberikan edukasi. Melalui pelatihan ini, warga diajarkan cara mengolah limbah menjadi pupuk organik yang berkualitas.

Tujuan Kegiatan

1. *Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan* masyarakat dalam mengolah limbah kotoran kambing.

2. *Menghasilkan pupuk organik berkualitas* yang dapat meningkatkan kesuburan tanah.

3. *Menciptakan nilai ekonomis* agar pupuk bisa digunakan sendiri atau dijual.

4. *Mendorong pertanian ramah lingkungan* di Desa Prekbun dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia.

“Harapannya setelah pelatihan ini masyarakat bisa mandiri. Kotoran kambing yang tadinya limbah, sekarang bisa jadi pupuk dan bahkan sumber penghasilan baru,” ujar perwakilan panitia KKN Kelompok 22.

Kegiatan dikemas dengan metode teori dan praktik. Peserta diberikan materi tentang manfaat pupuk organik, bahan tambahan, proses fermentasi, hingga cara pengemasan.

Setelah itu peserta langsung praktik membuat pupuk. Masyarakat dan kelompok tani terlihat antusias. Mereka bertanya tentang dosis pemakaian, lama fermentasi, dan cara penyimpanan agar pupuk tidak mudah rusak.

Pemerintah Desa Prekbun menyambut baik kegiatan ini. Pihak desa berharap ilmu yang didapat bisa diterapkan secara berkelanjutan oleh warga sehingga produktivitas pertanian meningkat dan biaya produksi bisa ditekan.

Program KKN Universitas Madura Kelompok 22 di Desa Prekbun akan terus berlanjut dengan kegiatan pemberdayaan lain di bidang pertanian, kesehatan, dan pendidikan selama masa penempatan.

EDITOR
Redaksi Klarifikasi