By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
KlarifikasiKlarifikasi
  • KORUPSI
  • DAERAH
  • KRIMINAL
  • KPK
Reading: Wartawan di Sumenep Tolak Hapus Berita Kasus Ibu Sapiyah : Saya Bela Rakyat Bukan Cari Duit
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
KlarifikasiKlarifikasi
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Timur
  • Investigasi
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Tentang Kami
  • Contact
Search
  • KORUPSI
  • DAERAH
  • KRIMINAL
  • KPK
Have an existing account? Sign In
Follow US
Klarifikasi > Blog > DAERAH > Wartawan di Sumenep Tolak Hapus Berita Kasus Ibu Sapiyah : Saya Bela Rakyat Bukan Cari Duit
DAERAH

Wartawan di Sumenep Tolak Hapus Berita Kasus Ibu Sapiyah : Saya Bela Rakyat Bukan Cari Duit

Badrus
Last updated: 26 Mei 2026 07:05
Badrus - Founder & Pemimpin Umum Klarifikasi.org
1 minggu ago
Share
Foto : Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sumenep
SHARE

Klarifikasi.org | Sumenep – Kasus Sapiyah (63), lansia sebatang kara dari Dusun Turbugan, Desa Ambunten Barat, Kabupaten Sumenep, yang kehilangan bantuan sosial sejak 2019, terus menjadi perhatian publik. Berita yang memberitakan penderitaannya di Terasindo.co.id menuai tekanan agar dihapus, tetapi wartawan yang bersangkutan tegas menolak.

Sebelumnya, Terasindo.co.id memberitakan nasib memprihatinkan Sapiyah dalam artikel berjudul “HIDUP SENDIRI TANPA SUAMI, BANTUAN SAPIYAH MALAH HILANG SEJAK 2019”. Sapiyah mengeluhkan bantuannya yang tiba-tiba terhenti meski ia hidup sendirian, berusia 63 tahun, dan tidak memiliki penghasilan tetap. Ia juga menunjukkan bukti berupa buku tabungan dan kartu ATM Bank Mandiri.

Menanggapi permintaan penghapusan berita tersebut, wartawan Terasindo.co.id mengeluarkan pernyataan tegas melalui artikel opini berjudul “TEGAS! WARTAWAN TOLAK HAPUS BERITA: SAYA BELA RAKYAT, BUKAN CARI KEUNTUNGAN PERUT” pada 22 Mei 2026.

Dalam pernyataannya, wartawan tersebut menolak keras permintaan penghapusan. Ia menduga permintaan tersebut bukan murni keinginan Sapiyah sendiri, melainkan ada penekanan dari pihak tertentu.

“Saya selaku Wartawan media Terasindo.co.id menolak keras menghapus berita kasus Sapiyah. Menurut informasi dari masyarakat, permintaan hapus berita ini dipastikan bukan keinginan murni korban, melainkan ada penekanan dari pihak tertentu,” tulisnya.

Wartawan itu menegaskan sikap jurnalistiknya yang independen dan berpihak pada rakyat kecil.

“Saya bukan mencari kekembungan perut sendiri! Tidak cari untung, tidak cari nama, murni ikhlas membela kebenaran,” tegasnya. Ia juga menyatakan akan terus membongkar kasus-kasus serupa agar pemerintah tidak lagi mengabaikan masalah bantuan sosial bagi lansia dan kelompok rentan.

Redaksi Klarifikasi.org turut berupaya mengonfirmasi kasus ini kepada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumenep melalui pesan singkat WhatsApp. Pesan konfirmasi telah dikirimkan, namun hingga berita ini diturunkan, pihak Dinsos hanya membaca (read) pesan tersebut tanpa memberikan balasan atau klarifikasi resmi apa pun.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tentang transparansi penanganan bantuan sosial di Kabupaten Sumenep. Sementara itu, Sapiyah tetap hidup dalam kesulitan ekonomi di masa tuanya yang seharusnya mendapat perlindungan negara.

Kasus ini mencerminkan dilema yang kerap dihadapi jurnalis daerah ketika memberitakan penderitaan masyarakat justru mendapat tekanan untuk membungkam suara. Padahal, Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 menjamin kemerdekaan pers untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi serta ide.

Klarifikasi.org mengapresiasi sikap tegas wartawan Terasindo.co.id sebagai bentuk integritas jurnalisme yang sejati. Di tengah maraknya praktik penghapusan berita berbayar atau intervensi kekuasaan, keberanian membela rakyat tanpa pamrih patut menjadi teladan.

Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan verifikasi data penerima bantuan sosial dan memastikan penyalurannya tepat sasaran. Jangan sampai lansia seperti Sapiyah terus terabaikan hanya karena masalah birokrasi atau intervensi tidak bertanggung jawab.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa jurnalisme bukan sekadar bisnis semata, melainkan panggilan mulia untuk menjadi suara bagi mereka yang tidak bersuara.

Penulis : Andre
Editor   : Badrus

You Might Also Like

Kepala Biro Wartapers.com M. Mukri Sampaikan Ucapan Selamat Iduladha 1447 H
Pernyataan A.M Dinilai Menyinggung, LSM dan Wartawan Bangkalan Desak Ketua PGRI Dicopot
Demo Besar 29 Mei! 700 Media dan LSM Akan Kepung Kantor PGRI Bangkalan, Ini Penyebabnya
Pantai Camplong Sampang Madura 2026 : Jam Buka, Fasilitas, Sewa Perahu, dan Tips
Diduga Tebang Pilih dalam Distribusi Kuota MBG, Korcam SPPG Kwanyar Disoal
TAGGED:Bansos SumenepDinsos SumenepKasus SapiyahViral Sumenep
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Email Print
ByBadrus
Founder & Pemimpin Umum Klarifikasi.org
Follow:
Badrus Sholeh Ruddin - Founder & Pemimpin Umum Klarifikasi.org. Investigative journalist focused on East Java affairs, corruption, and legal cases. Contact: WA 0817217847
Previous Article Desak Transparansi Total! APMP Jatim Serahkan Bukti Baru Korupsi Rp297 Miliar RSUD Dr. Soetomo
Next Article Diduga Tebang Pilih dalam Distribusi Kuota MBG, Korcam SPPG Kwanyar Disoal
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klarifikasi

“Cari fakta, bukan asumsi. Verifikasi sebelum percaya, klarifikasi sebelum menyebarkan.”

🛑 Link Cepat
  • KORUPSI
  • DAERAH
  • KRIMINAL
  • KPK
🛑 Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • About us
  • Terms of Service
  • Contact

© 2026 Klarifikasi.org. Seluruh hak cipta dilindungi. Informasi yang disajikan ditujukan untuk edukasi dan literasi publik.