Klarifikasi.org | Bangkalan – Kelangkaan Solar yang memicu antrean panjang kendaraan di Jalan Raya Junok bukan sekadar masalah pasokan biasa. LSM Suara Mitra Madura menuding ada dugaan penyelewengan dan pengalihan BBM bersubsidi secara sistematis di SPBU Junok. Yang lebih mencengangkan, pihak SPBU dinilai sengaja menutup mata dan enggan memberikan klarifikasi hingga kini.
Ketua LSM Suara Mitra Madura, Zaiful Imron Mustafa, S.H., M.M., menyatakan pihaknya tidak akan tinggal diam melihat praktik yang merugikan masyarakat luas ini terus berlangsung.
“Sampai saat ini belum ada klarifikasi resmi dari pihak SPBU Junok. Hal ini tentu menjadi pertanyaan besar. Ada apa sebenarnya di balik semua ini? Siapa yang membekingi aktivitas ilegal tersebut?” tegas Zaiful dengan nada kritis.
Menurut Zaiful, sikap tidak kooperatif SPBU justru semakin memperkuat dugaan adanya oknum internal maupun pihak luar yang melindungi praktik penyelewengan. Antrean panjang yang terjadi setiap hari telah menyengsarakan rakyat kecil, pengemudi angkutan umum, nelayan, hingga petani yang bergantung pada Solar bersubsidi. Sementara itu, dugaan pengalihan Solar ke pasar gelap atau industri non-subsidi terus beredar di masyarakat.
LSM Suara Mitra Madura telah menyiapkan surat laporan resmi yang akan segera dikirimkan ke PT Pertamina Persero. Langkah hukum ini diambil untuk mendesak aparat penegak hukum segera melakukan investigasi mendalam, audit stok BBM, dan menindak tegas para pelaku beserta para backing-nya.
“Jika SPBU terus bungkam, ini bisa diartikan sebagai bentuk pembiaran atau bahkan keterlibatan. Kami tidak akan berhenti sampai kasus ini diusut tuntas dan pelaku dihukum seberat-beratnya,” tegas Zaiful.
Kasus ini mengingatkan pada pola penyelewengan BBM subsidi yang kerap terulang di berbagai daerah. Praktik tersebut tidak hanya merugikan keuangan negara miliaran rupiah setiap tahun, tetapi juga memperburuk beban ekonomi masyarakat di tengah harga BBM yang terus naik.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen SPBU Junok masih belum memberikan respons atas tudingan tersebut. Sikap diam ini dinilai semakin mencurigakan dan memperlihatkan rendahnya akuntabilitas publik.
LSM Suara Mitra Madura menyatakan akan terus mengawal kasus ini dan mendesak transparansi penuh dari Pertamina serta aparat terkait. Masyarakat Junok dan sekitarnya berhak mendapatkan kejelasan: mengapa Solar langka padahal kuota subsidi tersedia? Siapa yang diuntungkan dari penderitaan ribuan pengguna kendaraan setiap hari?
Penulis : Willy
Editor : Badrus









