Puskesmas Banyuanyar Diduga Tolak Pasien BPJS, Forum Aliansi Sampang Bersatu Kecam Dinkes

Klarifikasi News | Sampang – Forum Aliansi Sampang Bersatu mengecam Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang terkait dugaan penolakan terhadap pasien peserta BPJS di Puskesmas Banyuanyar, Kabupaten Sampang.
Kecaman tersebut disampaikan dalam audiensi Forum Aliansi Sampang Bersatu yang terdiri dari Ormas Komando HAM Sampang dan LSM PIAR Kabupaten Sampang bersama Dinkes Sampang, Kamis (1/10/2026).
Audiensi dibuka oleh Ketua DPD Komando HAM Sampang, Lihon, dan diterima Sekretaris Dinkes Sampang, Titin Hamidah, M.Kes., bersama sejumlah staf.
Dalam forum tersebut, Lihon mempertanyakan mekanisme pelayanan terhadap pasien peserta BPJS, termasuk persoalan kepesertaan serta dugaan adanya penolakan pasien di Puskesmas Banyuanyar.
Juru bicara audiensi, Abd Hamid dari LSM PIAR, mengaku kecewa karena pihaknya berharap dapat bertemu langsung dengan pejabat yang memiliki kewenangan dalam mengambil kebijakan, termasuk Plt Kepala Dinkes Sampang.
«“Kami sebetulnya ingin bertemu dengan orang yang memiliki kebijakan. Kemudian juga bisa melibatkan Ibu Kapus Banyuanyar dan oknum yang telah menolak pasien BPJS,” ujar Abd Hamid.»
Menurut Abd Hamid, persoalan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi terhadap etika dan etos kerja dalam pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan kepada masyarakat yang menggunakan BPJS.
Ia juga mengungkapkan bahwa pasien yang disebut sebagai ibunya mengalami trauma setelah diduga ditolak ketika hendak mendapatkan pengobatan melalui jalur BPJS.
Abd Hamid menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti pada audiensi tersebut. Forum Aliansi Sampang Bersatu akan memantau tindak lanjut yang dilakukan Dinkes Sampang, termasuk apabila ditemukan adanya pelanggaran dalam pelayanan.
“Kami akan terus pantau apakah nanti oknum tersebut dijatuhi sanksi atau teguran jika memang terbukti bersalah. Minimal harus ada penyegaran birokrasi di Puskesmas ini,” tuturnya.
Audiensi tersebut sempat memanas. Situasi terjadi setelah muncul pihak yang disebut sebagai lembaga bantuan hukum yang diduga telah dimintai pendampingan oleh Kepala Puskesmas Banyuanyar.
Keberadaan pihak tersebut kemudian menimbulkan keberatan dalam forum audiensi. Sekretaris Dinkes Sampang, Titin Hamidah, disebut meminta pihak tersebut keluar dari ruang audiensi agar pembahasan dapat kembali berlangsung.
Hingga berita ini ditulis, dugaan penolakan pasien BPJS tersebut masih menjadi persoalan yang dimintakan penjelasan dan tindak lanjut kepada Dinkes Kabupaten Sampang.
Forum Aliansi Sampang Bersatu menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut dan menunggu langkah konkret dari Dinkes Sampang terkait dugaan pelayanan yang dipersoalkan.
Klarifikasi News akan terus berupaya menghadirkan informasi dari pihak-pihak terkait secara berimbang, termasuk keterangan dari Dinkes Sampang, Puskesmas Banyuanyar, maupun pihak lain yang disebut dalam persoalan tersebut.Saya juga sengaja mengubah bagian “diusir” menjadi “diminta keluar dari ruang audiensi” karena lebih netral dan lebih aman secara jurnalistik, kecuali memang ada rekaman/keterangan resmi yang memastikan terjadi pengusiran.
TI
Tag berita
Dapatkan berita pilihan langsung ke inbox Anda.
Rangkuman terbaru Kabar Lensa, singkat dan tetap punya konteks.










