Jenazah ABK KMP Virgo Asal Pamekasan Dipulangkan ke Teja Timur

Klarifikasi news | Pamekasan – Jenazah Nurul Riyan Hidayat (33), warga Desa Teja Timur, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, resmi dipulangkan ke kampung halaman setelah menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam musibah terbaliknya KMP Virgo Transport 8 di perairan Masalembu (Masalembo), Laut Jawa, Minggu (13/9/2026) dini hari.
Berdasarkan klarifikasi dari berbagai sumber resmi, termasuk Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Madura, Tim SAR Gabungan, dan keterangan keluarga, Nurul Riyan bekerja sebagai anggota tim medis (ABK) di kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Ia telah bertugas di kapal tersebut sekitar tiga bulan.
Kapal yang membawa 243 orang hilang kontak sekitar pukul 02.00 Wita. Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang melibatkan Basarnas, Polri, dan TNI berhasil mengevakuasi 114 korban hingga Senin (14/9): 108 selamat dan 6 meninggal dunia. Seluruh korban yang ditemukan kemudian diarahkan ke Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Identitas Nurul Riyan Hidayat dikonfirmasi melalui proses Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan pada Selasa (15/9). Ia termasuk lima jenazah yang sudah teridentifikasi dan dijadwalkan dipulangkan Rabu (16/9). Menurut Humas FRPB Madura Budi Cahyono, jenazah dijadwalkan diterbangkan dari Banjarmasin pukul 07.00 WIB dan diperkirakan tiba di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, sekitar pukul 07.55 WIB. Dari sana, proses pengawalan menuju rumah duka di Desa Teja Timur dilanjutkan dengan dukungan aparat dan relawan.
FRPB Madura mengirim tim ke Posko Terpadu di Surabaya sejak Senin (14/9) untuk memfasilitasi pemulangan. Kabar kepastian sudah disampaikan langsung kepada keluarga pada Selasa malam, yang saat ini menunggu di rumah duka.
Komunikasi terakhir Nurul Riyan dengan istri dan anaknya terjadi melalui video call sekitar tengah malam menjelang musibah. Ia sempat tersenyum, bercanda, dan melambaikan tangan sebelum sambungan terputus sekitar pukul 01.00 WIB. Keluarga baru mengetahui kabar kecelakaan kapal pada Minggu siang. Kepastian kematian diterima Senin siang setelah namanya muncul dalam daftar korban resmi.
Nurul Riyan meninggalkan istri yang sedang hamil (sekitar 6–7 bulan) dan seorang anak sulung berusia 1,7 tahun. Keluarga telah menggelar pengajian sejak Minggu malam dan menyiapkan rumah duka sambil menunggu kedatangan jenazah.
Wakil Menteri Perhubungan Suntana menegaskan bahwa lima jenazah yang sudah teridentifikasi (termasuk Nurul Riyan Hidayat asal Pamekasan, serta korban asal Kediri, Surabaya, dan dua dari Garut/Jember) akan dipulangkan ke daerah masing-masing pada Rabu (16/9) dengan pengawalan Kapolres setempat. Dari total 114 korban yang ditemukan, seluruhnya telah mendarat di Banjarmasin.
Investigasi lebih lanjut mengenai penyebab terbaliknya kapal masih berlangsung. Hingga laporan ini dibuat, otoritas terkait belum merilis temuan resmi terkait kondisi cuaca, teknis kapal, atau faktor lainnya.
Pemulangan jenazah Nurul Riyan Hidayat menjadi bagian dari upaya penutupan duka bagi keluarga dan komunitas di Pamekasan. Proses ini menunjukkan koordinasi antara Tim SAR, pemerintah, dan relawan lokal dalam menangani korban musibah laut.
Sumber : liputan tim, Antaranews
Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang tersedia dan telah melalui proses penyuntingan redaksi Kabar Lensa. Kami terus memperbarui informasi apabila terdapat perkembangan terbaru.






