Motor Bonceng Tiga Laka Tunggal di Sampang, Satu Pelajar Tewas Masih Menyisakan Pertanyaan

Klarifikasi news | Sampang – Kecelakaan tunggal yang menewaskan seorang pelajar berusia 14 tahun di Jalan Raya Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura, pada Minggu dini hari (27/9/2026) sekitar pukul 03.30 WIB, masih menyisakan sejumlah pertanyaan mengenai penyebab pasti dan kondisi pengemudi di bawah umur.
Menurut keterangan Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, sepeda motor Honda Beat berwarna hitam bernopol M 4570 UN yang ditumpangi tiga pelajar laki-laki melaju di ruas jalan tersebut sebelum menabrak tiang penerangan jalan di sebelah barat Balai Desa Apaan.
Pengemudi, yang hanya disebut dengan inisial Z (14), warga Kecamatan Pangarengan, mengalami luka pada dada sebelah kanan. Setelah mendapat penanganan di Puskesmas Pangarengan, Z dinyatakan meninggal dunia. Dua penumpang, T (15) warga Kecamatan Pangarengan dan Ar (15) warga Desa Apaan, mengalami luka-luka dan dirujuk ke RSUD Sampang untuk penanganan lebih lanjut.
Polisi mengamankan sepeda motor tersebut sebagai barang bukti. Hingga saat ini, Unit Laka Lantas Polres Sampang masih melakukan penyelidikan untuk menentukan faktor penyebab kecelakaan.
Kecelakaan ini terjadi di jam-jam dini hari, melibatkan pengemudi berusia 14 tahun yang secara hukum belum memiliki SIM. Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang pengawasan orang tua, kelayakan kendaraan, serta kemungkinan faktor lain seperti kecepatan, kondisi jalan, atau gangguan penglihatan di malam hari.
Warga setempat yang menemukan kejadian segera melapor ke anggota jaga Polsek Pangarengan. Petugas kemudian mengevakuasi ketiga korban. Namun, hingga laporan ini disusun, belum ada penjelasan resmi mengenai hasil pemeriksaan awal kendaraan, kondisi tiang penerangan yang ditabrak, maupun hasil olah TKP.
Klarifikasi mencatat bahwa kecelakaan tunggal dengan korban jiwa di kalangan pelajar di Madura bukan kejadian baru. Data kepolisian dan laporan media lokal sebelumnya menunjukkan pola serupa: pengemudi di bawah umur, beban penumpang melebihi kapasitas, dan waktu kejadian di luar jam operasional sekolah.
Penyelidikan masih berlangsung. Klarifikasi akan terus memantau perkembangan resmi dari Polres Sampang, termasuk hasil pemeriksaan forensik dan keterangan saksi, untuk memastikan fakta yang disampaikan kepada publik akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sumber: TI & Tribun Madura
Tag berita
Dapatkan berita pilihan langsung ke inbox Anda.
Rangkuman terbaru Kabar Lensa, singkat dan tetap punya konteks.










