By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
KlarifikasiKlarifikasi
  • KORUPSI
  • DAERAH
  • KRIMINAL
  • KPK
Reading: Serupa Dengan Yang Viral di Bangkalan, Penimbun BBM Jenis Solar Juga Marak di Kabupaten Sampang
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
KlarifikasiKlarifikasi
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Timur
  • Investigasi
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Tentang Kami
  • Contact
Search
  • KORUPSI
  • DAERAH
  • KRIMINAL
  • KPK
Have an existing account? Sign In
Follow US
Klarifikasi > Blog > Jawa Timur > Sampang > Serupa Dengan Yang Viral di Bangkalan, Penimbun BBM Jenis Solar Juga Marak di Kabupaten Sampang
Sampang

Serupa Dengan Yang Viral di Bangkalan, Penimbun BBM Jenis Solar Juga Marak di Kabupaten Sampang

Badrus
Last updated: 13 Mei 2026 20:58
Badrus - Founder & Pemimpin Umum Klarifikasi.org
3 minggu ago
Share
Ilustrasi oknum penimbun solar sedang melaksanakan kegiatan nya di SPBU Sampang Bagaian selatan
SHARE

Klarifikasi.org | Sampang – Pasca penangkapan penimbun Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Bangkalan yang viral karena truk tangki solar bocor di jalan hingga memakan korban jiwa, masyarakat Kabupaten Sampang mendesak aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam. Penimbunan solar di Sampang dinilai masih marak dan berpotensi menimbulkan bahaya serupa yang mengancam keselamatan publik.

Penimbunan solar di Bangkalan baru-baru ini berhasil dibongkar aparat kepolisian. Kasus tersebut menjadi sorotan publik luas karena kecelakaan tragis akibat tumpahan solar di jalan raya. Tumpahan bahan bakar tersebut menyebabkan beberapa orang luka-luka bahkan meninggal dunia. Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi semua pihak betapa berbahayanya praktik penimbunan BBM ilegal yang tidak hanya merugikan ekonomi, tetapi juga nyawa manusia.

Di Kabupaten Sampang, kondisinya tidak kalah genting. Banyak warga melaporkan masih adanya oknum-oknum yang diduga melakukan penimbunan solar secara terang-terangan. Modus operandi yang kerap digunakan adalah melakukan aksi pada malam hari di sekitar area beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), terutama di wilayah bagian selatan kabupaten.

Seorang saksi mata yang enggan disebut namanya, warga Tambaan Camplong, mengaku sering menyaksikan langsung aktivitas mencurigakan tersebut. “Tidak menentu, terkadang dalam seminggu solar diambil 3-4 kali. Saya melihat sendiri mobil pick up-nya disembunyikan di samping bangunan bekas ATM BRI, lalu di salah satu SPBU bagian selatan Kabupaten Sampang,” ungkap saksi tersebut.

Menurut keterangan saksi, truk pick up tersebut biasanya datang pada malam hari dan melakukan pengisian solar dalam jumlah besar. Solar yang diambil diduga untuk ditimbun dan kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi di pasaran gelap. Praktik ini dikhawatirkan menyebabkan kelangkaan solar di SPBU resmi dan mengganggu distribusi BBM subsidi yang seharusnya dinikmati masyarakat kecil, petani, serta nelayan di wilayah Madura.

Masyarakat Sampang menegaskan bahwa penimbunan BBM bukan sekadar pelanggaran ekonomi semata. Praktik tersebut juga mengancam keselamatan umum dan dapat memicu kecelakaan lalu lintas yang fatal. Tumpahan BBM di jalan seperti yang terjadi di Bangkalan bisa saja berulang di wilayah Sampang jika tidak segera ditindak tegas oleh aparat.

“Kami mendukung penuh langkah tegas aparat seperti di Bangkalan. Tapi di Sampang juga harus sama. Jangan biarkan oknum ini merajalela di sekitar SPBU bagian selatan. Ini sudah sangat meresahkan warga,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat yang juga ikut memantau aktivitas mencurigakan tersebut.

Penimbunan solar tidak hanya merugikan negara dari sisi subsidi yang bocor dalam jumlah besar, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas dan pencemaran lingkungan. Tumpahan solar di jalan raya dapat membuat permukaan jalan licin, meningkatkan risiko kecelakaan, serta mencemari tanah dan saluran air jika tidak ditangani dengan cepat.

Masyarakat berharap Polres Sampang dan pihak terkait segera melakukan razia serta patroli rutin di sekitar SPBU rawan, khususnya di wilayah bagian selatan kabupaten. Razia malam hari dinilai sangat diperlukan mengingat modus penimbunan yang kerap dilakukan saat gelap gulita.

Saat dihubungi via pesan singkat WhatsApp, Kepolisian Resort Sampang melalui bagian Humas Eko Puji Waluyo menyampaikan, “Terima kasih infonya, kami akan koordinasikan ke bagian satuan tugas berwenang.”

Kasus penimbunan BBM di Madura ini menjadi perhatian bersama. Praktik ilegal tersebut harus diberantas hingga ke akarnya, baik di Bangkalan maupun Sampang, demi keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat Madura. Aparat diharapkan tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum, sehingga distribusi BBM subsidi dapat berjalan lancar dan masyarakat kecil tidak terus dirugikan.

Penimbunan BBM subsidi juga berdampak pada inflasi harga kebutuhan pokok di tingkat lokal karena biaya transportasi petani dan nelayan ikut meningkat saat kelangkaan terjadi. Pemerintah daerah dan aparat keamanan perlu meningkatkan koordinasi dengan Pertamina untuk memantau pasokan dan distribusi solar secara lebih ketat.

 

Penulis : Willy

Editor    : Badrus

You Might Also Like

Curanmor di Halaman Masjid Al-Ihsan Sampang Berhasil Diungkap Dalam 7 Jam
Alat Tangkap Ilegal Marak di Sreseh Sampang, Nelayan Terjepit Ekonomi dan Aturan
Bantuan Pangan 5.016 Warga Camplong dimulai, PAPEDA Tekankan Pengawasan diperketat
Solar Subsidi Diduga Digunakan Alat Berat Galian C di Kecamatan Camplong
Jalan Raya Lintas Nasional di Desa Dharma Tanjung, Sampang Sering Tergenang Air, Pengguna Jalan Resah
TAGGED:BBM solar IlegalKrisis BBM solarSampang kriminalSPBU Sampang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Email Print
ByBadrus
Founder & Pemimpin Umum Klarifikasi.org
Follow:
Badrus Sholeh Ruddin - Founder & Pemimpin Umum Klarifikasi.org. Investigative journalist focused on East Java affairs, corruption, and legal cases. Contact: WA 0817217847
Previous Article Warga Bangkalan Protes Operasional 5 Dapur MBG Yayasan Al Anwar, Izin IPAL Dipertanyakan
Next Article Klarifikasi Dugaan Pemotongan Dana PIP di SDN 1 Dlemer : Wali Murid Pertanyakan Uang Lembur Rp25.000 per Siswa
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klarifikasi

“Cari fakta, bukan asumsi. Verifikasi sebelum percaya, klarifikasi sebelum menyebarkan.”

🛑 Link Cepat
  • KORUPSI
  • DAERAH
  • KRIMINAL
  • KPK
🛑 Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • About us
  • Terms of Service
  • Contact

© 2026 Klarifikasi.org. Seluruh hak cipta dilindungi. Informasi yang disajikan ditujukan untuk edukasi dan literasi publik.