Wartawan Disebut Perusak oleh Anggota DPRD Jabar, Ketua KWI : Penyakit Demokrasi

BSR
By BSR
1 Min Read
Sekelompok wartawan di Bojonegoro

Klarifikasi.org | Bojonegoro – Teguh Imam Waluyo, Ketua DPC Komunitas Wartawan Indonesia (KWI) Kabupaten Bojonegoro, mengecam keras pernyataan oknum anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang menyebut wartawan sebagai “perusak”. Menurutnya, pernyataan tersebut bukan hanya keliru, melainkan sangat berbahaya.

Teguh menegaskan bahwa wartawan merupakan pilar keempat demokrasi. Mereka bekerja di lapangan menggali fakta, membongkar kekuasaan, dan menyuarakan kepentingan publik yang sering diabaikan.

“Jika ada pihak yang merasa ‘dirusak’ oleh pemberitaan, sebenarnya yang terganggu bukan medianya, melainkan fakta yang terungkap,” ujar Teguh.

Ia juga menilai pernyataan itu sangat ironis karena datang dari seorang wakil rakyat. Padahal, wakil rakyat seharusnya menjadi garda terdepan menjaga transparansi dan kebebasan berekspresi.

“Dalam demokrasi, kritik bukan ancaman, melainkan vitamin bagi kekuasaan agar tetap waras dan terkendali,” katanya.

Teguh mengakui bahwa pers tidak luput dari kesalahan. Namun, menyamaratakan seluruh profesi wartawan sebagai “perusak” merupakan generalisasi yang mencederai akal sehat publik.

Ia khawatir narasi seperti ini bisa menjadi pembenaran untuk membungkam media dan menggerus kebebasan pers secara perlahan.

“Publik patut bertanya, siapa sebenarnya yang merusak? Wartawan yang membongkar fakta, atau pejabat yang alergi terhadap kenyataan?” tegasnya.

Teguh menutup pernyataannya dengan menyatakan bahwa wartawan akan terus berdiri sebagai penjaga kebenaran, bukan perusak.

 

Redaksi

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *