Klarifikasi.org | Bangkalan – Warga Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, sudah tidak tahan lagi. Tumpukan sampah yang menggunung di kawasan Pasar Asem Jajar kini jadi sorotan utama. Bau busuk yang menyengat bukan hanya mengganggu hidung, tapi sudah masuk ke paru-paru dan mengganggu kesehatan masyarakat sekitar.
Setiap hari, aroma tak sedap itu menyebar ke pemukiman warga dan pinggir jalan. Pedagang kesulitan berjualan, pembeli enggan datang, dan anak-anak serta lansia mulai mengeluh karena bau sampah yang tak kunjung hilang. Masalah lingkungan ini bukan lagi sekadar gangguan kecil, tapi sudah menjadi krisis yang serius.
Yang lebih membuat warga geram adalah lambatnya respons dari pemerintah kecamatan. Banyak warga menilai Camat Sepulu gagal menjalankan tugasnya sebagai pemimpin wilayah. “Kami menilai Camat tidak mampu mengatur jalannya pemerintahan di wilayah Kecamatan Sepulu. Masalah sampah di pasar saja tidak bisa diatasi dengan baik,” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa, Selasa (26/05/2026).
Keluhan ini bukan tanpa alasan. Sudah berhari-hari bahkan berminggu-minggu sampah menumpuk tanpa ada petugas kebersihan yang serius membersihkan. Warga merasa pemerintahan di tingkat kecamatan berjalan tanpa arah. Kebersihan wilayah yang seharusnya menjadi prioritas justru diabaikan.
Akibatnya, warga Sepulu kini menyuarakan tuntutan tegas. Mereka tidak hanya meminta sampah dibersihkan, tetapi juga mendesak Bupati Bangkalan untuk segera mengevaluasi kinerja Camat Sepulu. Bahkan, banyak yang terang-terangan menuntut agar Camat dicopot dari jabatannya jika tidak mampu menyelesaikan masalah dasar seperti ini.
“Camat harus dievaluasi menyeluruh. Kalau perlu, segera diganti. Kami sudah tidak nyaman tinggal di sini,” kata warga lainnya.
Pasar Asem Jajar yang seharusnya menjadi pusat ekonomi warga justru berubah menjadi tempat pembuangan sampah liar. Bau busuk yang menyengat tidak hanya merusak citra pasar, tapi juga mengancam kesehatan publik. Beberapa warga melaporkan mulai munculnya keluhan ISPA dan mual akibat polusi udara dari sampah tersebut.
Hingga saat ini, belum ada respons resmi dari Camat Sepulu maupun Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangkalan. Warga berharap Pemkab Bangkalan segera turun tangan, tidak hanya membersihkan sampah, tetapi juga melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik ke depannya.
Masalah ini sebenarnya mencerminkan persoalan yang lebih besar: pelayanan publik di tingkat kecamatan yang masih jauh dari harapan. Warga Sepulu hanya ingin lingkungan yang bersih, nyaman, dan sehat — sesuatu yang seharusnya menjadi hak dasar mereka.
Bupati Bangkalan, ini saatnya mendengar suara rakyat. Jangan biarkan masalah sampah ini menjadi bom waktu yang merusak kepercayaan masyarakat. Segera ambil tindakan tegas: bersihkan Pasar Asem Jajar dan evaluasi kinerja Camat Sepulu!
Penulis : Fandy
Editor: Badrus
