Klarifikasi.org | Bangkalan – Sebuah kasus dugaan penyelewengan dana pendidikan kembali mencuat di Kabupaten Bangkalan. Kali ini, Kepala SDN Pesanggrahan 2 Kecamatan Kwanyar menjadi pusat perhatian setelah Forum Pemuda Bangkalan mengumpulkan bukti-bukti dan siap melaporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan.
Dari hasil penelusuran Forum Pemuda Bangkalan bersama keluhan wali murid, terungkap adanya praktik pungutan liar yang diduga fiktif. Pihak sekolah disebut memungut iuran dari para siswa dengan alasan pembelian gawang sepak bola untuk mendukung kegiatan olahraga. Namun hingga kini, tidak ada satu pun bukti fisik keberadaan gawang tersebut, meski uang iuran dari orang tua siswa sudah diklaim lunas.
Yang lebih mencurigakan, dugaan penyimpangan juga menyasar penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Forum Pemuda Bangkalan menemukan indikasi ketidakberesan dalam Laporan Pertanggungjawaban (SPJ) proyek renovasi perpustakaan sekolah. Dokumen pertanggungjawaban tersebut diduga tidak sesuai dengan realisasi di lapangan, menimbulkan pertanyaan besar: ke mana sebenarnya aliran dana negara tersebut?
“Kami menerima banyak sekali aduan dari wali murid. Mereka sudah bayar iuran untuk gawang, tapi barangnya tidak ada. Ditambah lagi ada kejanggalan dalam SPJ renovasi perpustakaan yang menggunakan Dana BOS. Ini bukan sekadar ketidakmampuan, tapi ada indikasi kesengajaan,” tegas perwakilan Forum Pemuda Bangkalan saat dikonfirmasi media.
Investigasi awal Forum Pemuda Bangkalan menunjukkan pola yang sama: pungutan dilakukan secara berkala, namun realisasi proyek atau pengadaan barang tidak transparan. Hal ini semakin memperburuk citra dunia pendidikan di Madura yang kerap didera kasus serupa.
Forum Pemuda Bangkalan menegaskan tidak akan tinggal diam. Mereka mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan dan aparat penegak hukum untuk segera melakukan audit menyeluruh, memeriksa dokumen keuangan, serta memanggil Kepala Sekolah SDN Pesanggrahan 2 untuk dimintai klarifikasi dan pertanggungjawaban.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala SDN Pesanggrahan 2 Kwanyar belum memberikan respons atas segala tudingan yang diarahkan kepadanya. Pihak sekolah juga belum bisa dihubungi untuk memberikan penjelasan mengenai keberadaan gawang sepak bola dan keabsahan SPJ renovasi perpustakaan.
Kasus ini berpotensi menjadi sorotan lebih luas karena melibatkan dana publik yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak Bangkalan, bukan malah menjadi bancakan oknum.
Penulis : Mukri
Editor : Badrus




