Beranda/ SAMPANG/SKRINING SISTEMATIS TUBERKULOSIS (SSTB)...
By Badrus
11 Jul 2026 3 min

Klarifikasi.org | Sampang – Puskesmas Camplong bersama Dinas Kesehatan, Stop TB Partnership Indonesia (STPI), serta Rumah Sakit Ketapang kembali menggelar kegiatan Skrining Sistematis Tuberkulosis (SSTB). Program ini menargetkan pemeriksaan terhadap 100 orang dengan kriteria berisiko tinggi sebagai upaya deteksi dini TBC di wilayah Camplong, Sampang, Madura.

SSTB atau Skrining Sistematis Tuberkulosis merupakan strategi aktif yang dilakukan tenaga kesehatan untuk menemukan kasus Tuberkulosis sejak dini. Berbeda dengan pendekatan pasif yang menunggu pasien datang sendiri, SSTB secara sistematis menjangkau kelompok rentan di masyarakat. Tujuan utamanya adalah memutus rantai penularan TBC yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia.

Menurut data program kesehatan, sasaran utama SSTB meliputi kontak erat pasien TBC, penderita diabetes melitus, pengidap HIV, serta masyarakat yang mengalami gejala batuk lebih dari dua minggu. Di wilayah Puskesmas Camplong, target 100 orang ini dipilih berdasarkan mapping risiko setempat agar intervensi lebih tepat sasaran.

Pelaksanaan skrining melibatkan beberapa tahapan. Tim kesehatan dan kader setempat melakukan wawancara mendalam mengenai gejala, riwayat kontak, dan kondisi kesehatan. Peserta yang memenuhi kriteria kemudian menjalani pemeriksaan dahak (tes BTA) dan rontgen thorax jika diperlukan. Hasil positif akan segera dirujuk ke fasilitas lanjutan, termasuk Rumah Sakit Ketapang, untuk mendapatkan pengobatan sesuai standar nasional.

Kerja sama lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program ini. Dinas Kesehatan menyediakan koordinasi dan logistik, Puskesmas Camplong bertindak sebagai pelaksana lapangan, sementara STPI memberikan dukungan teknis dan advokasi. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan deteksi kasus serta kesadaran masyarakat tentang bahaya TBC.

Tuberkulosis masih menjadi salah satu penyebab kematian akibat penyakit menular di Indonesia. Deteksi dini melalui SSTB sangat strategis karena TBC dapat disembuhkan sepenuhnya jika diobati secara tepat dan tuntas. Tanpa penanganan yang baik, pasien berpotensi menularkan kuman kepada puluhan orang di sekitarnya, terutama di lingkungan dengan kepadatan penduduk tinggi seperti di Madura.

Program SSTB juga mendukung target nasional eliminasi TBC tahun 2030. Dengan menemukan kasus lebih awal, beban pengobatan jangka panjang dapat dikurangi, termasuk risiko terjadinya kasus TBC resisten obat yang semakin sulit ditangani.

Masyarakat Camplong dan sekitarnya diimbau untuk tidak ragu memeriksakan diri jika mengalami gejala atau memiliki riwayat kontak dengan pasien TBC. Pemeriksaan gratis ini merupakan kesempatan penting untuk menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan.

Puskesmas Camplong terus berkomitmen meningkatkan pelayanan kesehatan preventif. Melalui kegiatan SSTB ini, diharapkan angka penemuan kasus baru dapat meningkat dan penularan TBC di wilayah kerja semakin terkendali.

Bagi yang ingin informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Puskesmas Camplong atau Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan demi keberhasilan program eliminasi TBC di Madura.

 

Penulis : Andre

Editor : Badrus