Klarifikasi.org | Sampang – Kondisi jalan rusak parah di Dusun Besabe, Desa Patarongan, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, akhirnya mendorong warga setempat untuk melakukan perbaikan secara swadaya. Proyek cor jalan ini digelar atas inisiatif masyarakat sendiri karena merasa diabaikan oleh pemerintah desa.
Menurut informasi yang dihimpun, jalan di dusun tersebut sudah lama rusak berat dan dinilai tidak layak dilalui. Lubang-lubang besar serta permukaan yang tidak rata membuat warga kesulitan, terutama bagi pengguna kendaraan roda dua dan roda empat. Kondisi ini disebut sangat memprihatinkan dan “tidak manusiawi” oleh sebagian warga.
Mukhlis warga Dusun Besabe menyampaikan kekecewaan mendalam atas sikap pemerintah desa. “Di dusun kami ini tidak pernah diperhatikan. Jalan sudah lama rusak sangat tidak manusiawi. Pihak kepala desa hanya memikirkan isi perutnya saja, tidak pernah memikirkan nasib pengguna jalan di dusun kami,” ujarnya dengan nada kecewa.
Mukhlis menjelaskan bahwa cor jalan swadaya ini lahir dari “jeritan hati” masyarakat yang sudah lama tidak mendapat perhatian. Mereka merasa aspirasi dan keluhan mengenai infrastruktur dasar seperti jalan kerap diabaikan. Akhirnya, dengan gotong royong dan dana dari swadaya sendiri, warga memutuskan untuk memperbaiki jalan demi kenyamanan dan keselamatan bersama.
Dikonfirmasi via pesan WhatsApp pihak pemdes Patarongan tidak memberikan konfirmasi resmi. Masyarakat Dusun Besabe berharap agar ke depannya pemerintah desa lebih responsif terhadap kebutuhan infrastruktur di semua dusun, termasuk yang berada di wilayah pinggiran.
Perbaikan jalan secara swadaya ini menjadi contoh nyata semangat gotong royong warga di tengah keterbatasan perhatian dari pemerintah setempat. Namun, di sisi lain, hal ini juga mencerminkan adanya ketimpangan pelayanan publik di tingkat desa.
Warga berharap peristiwa ini dapat menjadi perhatian bagi pemangku kepentingan agar infrastruktur jalan di Desa Patarongan, khususnya Dusun Besabe, segera mendapat penanganan yang lebih baik dan berkelanjutan dari anggaran desa maupun pemerintah yang lebih tinggi.
Penulis : Norahmat
Editor : Redaksi
