Klarifikasi.org | Sampang – Kondisi jalan kabupaten di Dusun Loloran, Desa Darma, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, kembali menjadi sorotan tajam warga. Hingga kini, ruas jalan yang berada tepat di sebelah utara SMP Negeri 1 Camplong itu masih dalam keadaan rusak parah, meski keluhan masyarakat telah bergema bertahun-tahun.
Jalan ini bukan sekadar akses biasa. Ia menjadi jalur vital yang menghubungkan beberapa wilayah penting, menjadi pintu tembus menuju Batu Karang, Rabasan, hingga Poteran. Setiap hari, ratusan warga melintasinya untuk keperluan pendidikan, ekonomi, dan mobilitas sehari-hari. Namun, realitas di lapangan justru bertolak belakang dengan harapan.
Meskipun warga telah secara resmi mengajukan perbaikan dan pihak terkait bahkan sempat melakukan pengukuran panjang serta lebar jalan, hingga Juni 2026 tidak ada kelanjutan yang jelas. Realisasi perbaikan yang dijanjikan seolah hilang ditelan birokrasi.
“Sudah pernah diukur panjang dan lebarnya, tapi sampai sekarang tidak ada kelanjutan. Kondisi jalan malah semakin parah,” ungkap salah seorang warga setempat dengan nada kecewa.
Perbaikan yang selama ini dilakukan dinilai warga hanya bersifat tambal sulam menggunakan batu cor. Alih-alih memperbaiki, metode tersebut justru membuat permukaan jalan semakin tidak rata. Guncangan hebat kerap dirasakan pengendara, terutama pengguna sepeda motor yang mendominasi lalu lintas di wilayah tersebut.
Lebih ironis lagi, aktivitas dump truk pengangkut material sertu (pasir dan batu) yang melintas setiap hari dari arah utara dan selatan diduga menjadi salah satu faktor utama percepatan kerusakan. Debu tebal yang beterbangan menjadi momok bagi pengendara di belakangnya.
Tak berhenti di situ, warga juga mengeluhkan perilaku sebagian sopir dump truk yang kerap membuang muatan di pinggir jalan saat mengalami ban bocor atau masalah teknis. Akibatnya, badan jalan semakin menyempit dan rawan kecelakaan.
– Mengapa setelah dilakukan pengukuran tidak ada tindak lanjut yang konkret?
– Ke mana anggaran perbaikan infrastruktur jalan kabupaten yang dialokasikan setiap tahun?
– Seberapa serius Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sampang memantau kondisi jalan poros penting ini?
Masyarakat Dusun Loloran menegaskan bahwa jalan ini bukan hanya urusan lokal semata, melainkan antarwilayah yang berdampak langsung pada perekonomian dan keselamatan warga.
“Kami berharap ada tindakan nyata. Jangan hanya diukur lalu ditinggalkan tanpa kepastian,” tegas salah seorang warga.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Sampang, khususnya Dinas terkait, untuk segera melakukan perbaikan permanen serta meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan bertonase berat yang melintas di ruas tersebut.
Apakah keluhan yang telah berlangsung bertahun-tahun ini hanya akan berakhir pada janji survei dan pengukuran belaka? Atau kali ini pemerintah daerah akan menunjukkan komitmen sungguh-sungguh?
Klarifikasi.orf akan terus mengawal isu ini hingga ada kejelasan dan perbaikan yang nyata.
Penulis : Fandy
Editor : Badrus




